Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 26 Maret 2013

ANALISA FUNDAMENTAL

Analisa Fundamental adalah salah satu hal yang penting dalam perdagangan valas. Informasi yang di dapat bisa digunakan untuk mengetahui kekuatan suatu mata uang, perubahan harga yang akan terjadi, nilai mata uang yang terlalu rendah atau terlalu tinggi, dan memperkirakan keuntungan yang bisa diraih. Data yang paling banyak digunakan adalah Keadaan  Ekonomi,  Politik  dan Berita  yang berhubungan  dengan faktor ekonomi suatu negara, seperti kebijakan bank sentral, industri, pengangguran, ekspor-impor dan sebagainya. Analisa Fundamental lebih banyak digunakan untuk mengambil posisi jangka menengah dan jangka panjang.
Berita  perekonomian  ditayangkan  terus  menerus  di   Bloomberg, Marketwatch, dan situs berita lainnya.

read more "ANALISA FUNDAMENTAL"

Kebijakan Moneter


Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :
  1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation) Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.
  2.  Fasilitas Diskonto (Discount Rate) Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum terkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
  3.  Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.
  4. Himbauan Moral (Moral Persuasion) Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.

read more "Kebijakan Moneter"

Senin, 25 Maret 2013

Pengertian Uang dan Bank

Uang merupakan alat tukar dan alat pembayaran yang sah. pada masa-masa sebelumnya, pembayaran dilakukan dengan cara barter, yaitu barang ditukar dengan barang secara langsung.

read more "Pengertian Uang dan Bank"

Jumat, 22 Maret 2013

NILAI TUKAR (EXCHANGE RATE)

Nilai tukar atau kurs (exchange rate) adalah merupakan perbandingan nilai atau harga antara kedua mata uang. Seperti halnya harga barang dan jasa lainnya, nilai tukar juga ditentukan oleh interaksi permintaan dan penawaran mata uang asing (valas) pada
pasar valas.

read more "NILAI TUKAR (EXCHANGE RATE)"

A R B I T R A G E (ARBITRASE)

  • Kegiatan membeli atau menjual valuta asing secara simultan untuk meraih keuntungan dari perbedaan kurs mata uang internasional pada saat yang sama di tempat yang berbeda.
  • Kegiatan membeli mata uang asing pada tempat yang lebih murah dan dengan cepat menjualnya pada tempat yang lebih mahal, dengan tujuan mencari untung.
  • Ada beberapa jenis arbritrase sesuai dengan jumlah tempat dan mata uang yang diperjualbelikan, diantaranya:
 Two Point Arbitrage (Dua mata uang dan dua tempat)
Jika harga satu pounds adalah $1.99 di New York dan $2.01 di London, maka seorang arbiter akan membeli pounds dengan tingkat harga $1.99 di NY dan dengan segera menjualnya di London dengan harga $2.01, sehingga dia akan memperoleh untung sebesar $0.02.
 
Three Point Arbitrage (Tiga mata uang dan tiga tempat)
Tiga mata uang, dollar, poundsterling, dan yen. Ketiga mata uang tersebut diperjualbelikan di tiga tempat yaitu New York, London, dan Tokyo, dengan tingkat kurs sebagai berikut:
£1 = $ 3                 (baik di London maupun di New York)
£1 = ¥ 1000          (baik di London maupun di Tokyo)
$1 = ¥ 300             (baik di New York maupun di Tokyo)

Keuntungan dapat diperoleh dari adanya perbedaan kurs di tiga tempat tersebut, dengan cara three point arbitrage, yaitu sebagai berikut:
Misalkan modal kita sebesar ¥ 900, kita dapat menukarkan modal tersebut dengan dollar di Tokyo, dan memperoleh $ 3. Kemudian $3 tersebut kita tukarkan lagi dengan poundsterling di NY atau London dan mendapatkan sejumlah £1. Akhirnya uang sebesar £1 tersebut kita tukarkan lagi  dengan yen di London atau  Tokyo dan menghasilkan ¥ 1000. Dengan demikian kita memperoleh untung sebesar ¥ 100.

Three point arbitrage tersebut dapat dilakukan dengan modal dalam bentuk mata uang apa saja, dapat dimulai dengan modal dalam dollar, poundsterling, atau yen, asalkan dilakukan dengan arah yang benar. Untuk tingkat kurs seperti pada contoh di atas, maka keuntungan three point arbitrage dapat diperoleh dengan arah:



















K


read more "A R B I T R A G E (ARBITRASE)"

Pengertian Pasar Valuta Asing

Pasar valuta asing di Indonesia berkembang seiring dengan perubahan rezim nilai  tukar,  yang secara  bertahap beranjak  pada peningkatan penekanan pada mekanisme pasar. Pada dasarnya, sistem valuta asing di Indonesia berkembang dari kontrol pemerintah yang ketat ke sistem valuta asing bebas, sementara sistem nilai tukar secara bertahap beranjak dari sistem nilai tukar tetap ke sistem nilai tukar fleksibel, dengan derap yang sesuai dengan kondisi ekonomi yang ada. Bank  Indonesia selalu mempertimbangkan pergerakan pasar internasional dan pilihannya selalu terbuka untuk menyesuaikan jenis komposisi portofolio dalam penempatan  cadangan  valuta  asing.  Dalam  mengelola  cadangan  valuta  asing, Bank Indonesia melaksanakan sistem diversifikasi dalam mata uang asing dan jenis sekuritas. Perhitungannya adalah bahwa dengan mengandalkan metode tersebut, maka setiap penurunan nilai suatu mata uang dapat diimbangi dengan peningkatan nilai mata uang lain, atau oleh investasi lain yang memberikan hasil yang lebih baik. Menurut survei global yang diadakan setiap tiga tahun yang dilaksanakan oleh Bank for International Settlements pada tahun 2004, Indonesia digolongkan tergolong normal dalam hal sifat turnover untuk pasar valuta asingnya.
Jumlah reksadana di Indonesia pada tahun 2006 meningkat 22,02% yaitu dari 327 reksadana pada tahun 2005 menjadi 399 reksadana pada tahun 2006, disamping selain nilai aset bersih reksadana yang secara signifikan meningkat (79,23%) dari IDR 29,17 Triliun di bulan Desember 2005 menjadi IDR 52,28 Triliun pada tahun 2006. Pada bulan Desember 2006, terdapat 108 fund manager dan 9 konsultan keuangan. Dan berdasarkan nilai reksadana, terdapat peningkatan nilai reksadana dari IDR 48,07 triliun dibulan Desember 2005 menjadi IDR 71.15 Triliun di bulan Oktober 2006, atau meningkat 32,44%
read more "Pengertian Pasar Valuta Asing"

INVERTED HANGING MAN

Inverted Hanging Man atau Shooting Star : merupakan bentuk black candle dengan shadow atas yang panjang dan shadow  bawa h  ya ng  kecil  atau  tida k  ada  sa ma  sekali. Inverted  Hanging  Man  menunjukkan  kondisi  bullish,  jika terjadi   setelah   downtrend yang cukup signifikan.  

Inverted  Hanging  Man  terja di  setelah  terjadi  lonjakan harag yang diikuti dengan koreksi harga, namun akhirnya gagal  ditutup  di  atas  harga  pembukaan,  sehingga  yang terbentuk adalah black candle.





read more "INVERTED HANGING MAN"